Harga Triplek

Harga triplek – Triplek sudah menjadi salah satu bahan bangunan yang sering digunakan dalam berbagai kebutuhan. Mulai dari pembuatan perabotan rumah, flooring,pembuatan meja, hingga pembangunan rumah itu sendiri, triplek jarang luput digunakan.

Triplek atau plywood adalah papan pabrikan berupa lembaran kayu tipis berlapis yang direkatkan bersama. Triplek sudah lazim digunakan untuk berbagai kebutuhan guna memangkas biaya produksi, karena memang harga triplek yang tergolong rendah.

Ada beberapa ukuran triplek yang beredar di pasaran Indonesia, mulai dari ukuran paling kecil, sekitar 2 – 3 mm hingga ukuran triplek tebal sekitar 15 mm ke atas. Pemilihan ukuran ditentukan berdasarkan kebutuhan dan kegunaan triplek. Ukuran juga menentukan harga triplek. Jika memilih triplek ukuran tipis harganya tentu lebih murah dibandingkan dengan harga triplek tebal.

Harga triplek bukan hanya ditentukan dari ukurannya saja, melainkan juga jenis bahan yang digunakan. Perlu diketahui, kini telah banyak triplek yang diproduksi dengan berbagai jenis bahan. Bahan di sini maksudnya ditentukan dari batang kayu mentahannya.

Misalnya, ada soft wood yang memiliki ciri khas lebih lunak dan mudah dibentuk dan biasanya bahan dasarnya adalah kayu Albasia yang banyak dijumpai di sekitar daerah Jawa Barat. Tipe kayu ini lebih lunak dibandingkan dengan kayu Sengon. Ada juga yang berbahan hard wood yang biasanya digunakan untuk pembuatan furniture berat, seperti kursi, meja, hingga rak. Bahan kayu untuk kebutuhan ini, biasanya menggunakan pohon yang keras, seperti kayu Meranti.

Dari sanalah, triplek terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Setidaknya, hingga saat ini terdapat 6 jenis triplek yang sudah banyak diproduksi para produsen di Indonesia. Simak informasi lengkapnya pada poin-poin berikut ini.

Jenis-jenis Triplek yang Sering Digunakan

Harga triplek
Source : https://hargaper.com
  1. Partikel Board/ Triplek Low Density Fiberboard

Triplek ini adalah jenis yang paling rendah kelasnya. Bahannya yang terbuat dari serbuk kayu kasar yang di-press dan memiliki pori-pori yang besar, membuat triplek jenis ini sangat rentan terhadap air.

Jika terkena air, resapan bahan ini akan sangat cepat mengembang dan menyebabkan partikel ini rusak dan tidak kuat lagi untuk menahan beban. Daya tahannya yang kurang baik membuat triplek jenis ini jarang digunakan untuk furnitur interior dengan pembuatan custom.

Namun, masih bisa digunakan untuk beberapa jenis furnitur yang kiranya jarang terkena basah atau lembab. Masalah kualitas ini, bisa ditutupi dengan melapisinya dengan lapisan stiker tahan air. Keuntungannya, harga triplek partikel board lebih murah dibanding jenis triplek lainnya, sehingga banyak yang menggunakannya untuk memangkas ongkos produksi.

  1. Multiplek

Bahan ini relatif kuat dibandingkan jenis kayu pabrikan lainnya. Bahan dasarnya sama dengan yang lainnya, yaitu kayu berlapis yang dipress. Namun, tekstur lapisannya lebih rapat dan tidak berongga besar seperti partikel board, sehingga ia memiliki kekuatan yang lebih besar dan lebih tahan terhadap air.

Material ini biasa digunakan untuk pembuatan furnitur, karena cukup kokoh. Bahkan, jika pembuatan dan perawatan maksimal, multiplek bisa bertahan hingga 10 tahun atau mungkin lebih. Dengan kualitas yang sedemikian baiknya, multiplek dibanderol dengan harga yang cukup tingg dibandingkan dengan bahan lainnya. Multiplek yang paling jelas terbagi dalam dua jenis kayu, yaitu soft wood dan hard wood.

  1. MDF (Medium Density Fiberboard)

Bisa dikatakan, MDF adalah partikel board dengan kualitas tinggi. Sebab, ia memiliki tingkat kerapatan bahan baku yang lebih baik dari jenis partikel board. Hal ini tentu saja dikarenakan proses pembuatannya yang cukup panjang.

MDF terbuat dari serat kayu yang berasal dari kayu keras atau lunak yang dicampur dengan lem dan lilin cetak, baru kemudian diceta dalam mesin cetak yang memiliki teramperatur dan tekanan yang sangat tinggi. Karena kualitasnya yang cukup kuat dan baik, MDF kerap digunakan sebagai pengganti triplek atau multiplek dalam pembuatan furnitur dalam ruangan (interior).

MDF juga biasa digunakan sebagai bahan pembuatan boks pengeras suara, karena menghasilkan suara yang lebih baik dibandingkan dengan jenis triplek lainnya. Meski memiliki kualitas yang lebih baik, jenis ini juga tidak tahan terhadap air.

Jika Anda ingin membuat furnitur low budget, harga triplek MDF masih tergolong ramah di kantong. Perlu diperhatikan, dalam beberapa kasus, jenis MDF usianya tidak lebih panjang dibandingkan dengan material lainnya.

  1. Black Board

Black board umumnya terdiri dari tiga lapisan kayu yang terdiri dari satu lapis lembaran kayu yang dilapis dengan dua lembar kayu tipis. Lembaran terluarnya biasanya memiliki ketebalan antara 0,5 – 2 mm dengan jenis serat yang beragam, ada kayu biasa atau multiplek, serat jati, berlapis melaminto yang biasa digunakan untuk papan tulis, dan serat pelapis lainnya.

Bagian tengah black board yang memiliki dimensi paling besar umumnya dibuat dari kayu akasia dan meranti. Karena berasal dari kayu solid, bahan ini tidak bisa divariasikan bentuknya, misalnya dilengkung-lengkungkan atau dibuat setipis ukuran triplek tipis (3mm). Sementara, ketebalannya bisa mencapai 3 – 4 cm.

  1. Teak block

Adalah papan triplek dari bahan dasar kayu jati. Namun, bukan terbuat dari kayu jati solid, melainkan masih sesuai dengan konsep triplek, yaitu menggunakan lembaran kayu jati. Kayu jadi yang dipilih juga bukan kayu jati tua yang berumur sangat panjang, melainkan kayu jati muda.

Teak block biasanya digunakan sebagai pelapis kedua bahan ini sebagai corak, karena memang corak dari kayu jadi sangat indah. Harganya pun cukup terjangkau, sehingga bahan ini sering dianjurkan menjadi pilihan oleh para pengrajin.

Ingat, dalam teak block juga kadang dijumpai rongga-rongga di antara potingan kayunya, sehingga sangat rentan dipasangi paku, terutama jenis paku yang besar dan tebal.

  1. Melaminto (Polyester Plywood)

Melaminto disebut juga sebagai decorative plywood, karena kegunaannya sebagai pelapis bahan triplek lainnya. Bahannya berbeda dengan bahan triplek lainnya, yaitu terbuat dari campuran polyester dan melamine yang finishing-nya diberi pewarna.

Warna standardnya adalah putih, tetapi di pasaran banyak juga Melaminto dengan warna lainnya, seperti hijau muda, merah muda, hingga cream. Sedangkan, untuk warna hitam dan putih, biasanya merupakan pesanan khusus dan bisa digunakan untuk papan tulis. Harga triplek melamin cukup terjangkau, kecuali dengan pesanan khusus tadi.

Itulah tadi beberapa informasi terkait triplek, mulai dari pengertian, kegunaan, jenis, hingga harganya. Meski harganya cukup terjangkau dan bisa digunakan sebagai pengganti kayu solid, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal terkait kebutuhan Anda, sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

Sebab, seperti yang tadi telah disebutkan, beberapa jenis triplek ada yang bisa digunakan untuk banyak kebutuhan dan ada pula yang hanya bisa digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu saja. Untuk itu, mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait kebutuhan Anda sendiri dan triplek yang digunakan sangat penting dilakukan oleh pembeli.

Leave a Comment